ahlan wa sahlan

Hanya ungkapan rasa yang tak bisa disampaikan lewat suara..hanya kata dan bahasa

Sabtu, 03 April 2010

partus di BPS pertamaku



Pagi hari, 

Tiittttt…nada sms Hp berbunyi…mengintip sang pengirim..ohhh  rupanya orang yang dikenal..perlahan  saya buka sms kemudian dibaca (masa dihapus). Hanya terdiri dari beberapa karakter huruf..”adik dinas apa?di RB ada inpartu(ibu bersalin) bukaan lengkap”.Dalam hati bersemangat menyambut,semoga ini pertolongan persalinan saya..setelah sekian kali ajakan selalu terhalang dengan dinas di ruangan.  Namun sayang waktu aplusan belum juga datang. Segera  saya balas sms,dengan nada sedikit kecewa, namun masih berharap.
Tak berselang lama, aplusan pun tiba,  bergegas menuju parkiran, dengan kondisi belum mandi tapi dah gosok gigi (maklum bis dinas malam) langsung melajukan si Supit tanpa pemanasan(kaya’olahraga aje) berhenti sejenak untuk absen pulang dan pergi seraya berlomba dengan makin teriknya sang mentari (ceileee). Sembari hanya bisa berdoa dalam hati semoga pasiennya belum melahirkan.
Setiba di RB..harap2 cemas  saya menuju ruang tindakan….Sambil mengucap salam,menghampiri senior, bertanya apakah sudah selesai, beliaupun menjawab belum…bersyukur lalu kubersujud (lha apaan,ngga ding, kagak segitunye). Sejauh ini kemajuan persalinan sudah bagus hanya saja sepertinya ibu tidak punya cukup power untuk mengejan,karena semalaman begadang jangan begadang kalau tiada artinya……aaaaa( wooii jangan nyanyi…)sorry fren terbawa suasana.ok lanjutttt…ibu begadang karena menahan sakit..masa nonton bola( bisa aja,nahan sakit sambil nonton bola..kali aja si ibu mau  anaknya mirip messi ya ga pembaca?). Akhirnya senior mengalihkan tanggung jawabnya pada saya. Sesekali saya lihat jam..dan mengobservasi kondisi..sejauh ini masih bagus..dan sudah saatnya untuk dipimpin…..
15 menit….30 menit…45 menit….60 menit kemudian…hfuhhhh..dengan keringat bercucuran, menghela nafas panjang,dengan tampang yang kucel bin kummel..ngantuk tenan…mata yang bagai lampu pijar kehabisan minyak….akhirnya……………………………………………kok belum lahir2 ya (dubrakkkkk)..sudah dipimpin namun makin panjang waktu,kontraksipun makin hilang…ohhhh tidakkk..dengan persetujuan suami akhirnya si Ibu dipasang infuse..sudah nampak kelelahan dan tak bertenaga…beberapa kali meneran, tidak membuahkan hasil (lha masih nyangkut gimana mau berhasil)penolong yang hanya berdua dimana posisi saya dibawah dan senior diatas bermaksud membantu power ibu dengan sedikit mendorong juga sudah tampak kelelahan, akhirnya dengan pertimbangan tidak akan maju, terpaksa senior menghubungi yang lebih senior (lhaaa.. kok jadi sulit gini…hiks)
Selang satu jam kemudian, dengan dibidani 3 orang dan sudah saling bertukar posisi…akhirnya……belum lahir2 juga (hiks……haussss T_T) sang senior hanya berkata..”kita hanya menunggu waktu..bila tak ada kemajuan terpaksa harus segera dirujuk”…menunggu---dan menunggu…beberapa intervensi sudah dilakukan..hingga terjadi insiden yang tak terduga……….diluar batas khayalku..dan tak pernah akan terpikirkan…….disela2 memimpin dan….Tempat tidurnya roboh…Masya Allah..kontan semua yang ada diruangan bersitigfar….. terpana..lalu dengan sigap bersama yang lain mengangkat ibu memindahkan keruang lain yang memungkinkan….ibu sedikit trauma…
2 jam sudah berlalu…3 jam…tampak kelelahan terukir diwajah2 senior,ibu dan keluarga yang mendampingi…demikian pula saya. Sudah hampir putus asa…semangat yang tadi terpancar mulai luluh…namun tetap menyemangati ibu…Subhanallah perjuangan ini begitu berat ternyata. 4 jam berselang Hingga adzan dzuhur berkumandang…ibu yang hampir tak bertenaga,,,dengan sisa tenaga yang ada, mencoba lagi…kami pun turut menambah power ibu yang seharusnya intervensi ini tak boleh dilakukan…namun apa boleh buat….akhirnya…kepala itu lahir…hingga seluruh tubuh…Segala puji bagi Allah…Takbir…Turut terharu ketika suara kecil itu memenuhi ruangan…andai bisa, sebenarnya jantung ini sudah terlempar beberapa meter..(trus dipungut lagi dah)..adik kecil kok kamu bandel sih,…ga mau keluar gara2 ammah belum mandi ya…
Alhamdulillah kelegaan terpancar..meski bukan saya yang menarik bayi keluar namun tetap bersyukur karena semua baik2 saja…… Kembali merasakan ketegangan seperti masa2 kuliah dulu..meski, sejak bekerja di Tarakan harus jarang menemui itu...
Begitu susah perjuangan seorang ibu...pantaslah yang pertama patut kita taati adalah Ibumu...ibumu..ibumu.. sebagaimana pesan sang Nabi. Jadi kangen ma bunda neh…senantiasa terukir doa dan rindu untukmu…Bundaku…
Saatnya pulang..berbersih diri dan bersitirahat…waktunya untuk memejamkan mata…..ingin menyambut hari esok..yang semoga jauh lebih indah…menunggu petang dan akhirnya malam……………kemudian memejamkan mata lagi(tidur mulu kerjaannya…hihihihihi..maklum lelah sangat

Tidak ada komentar: