Tiittttt…nada sms Hp berbunyi…mengintip sang pengirim..ohhh rupanya orang yang dikenal..perlahan saya buka sms kemudian dibaca (masa dihapus).
Hanya terdiri dari beberapa karakter huruf..”adik dinas apa?di RB ada
inpartu(ibu bersalin) bukaan lengkap”.Dalam hati bersemangat menyambut,semoga
ini pertolongan persalinan saya..setelah sekian kali ajakan selalu terhalang
dengan dinas di ruangan. Namun sayang waktu
aplusan belum juga datang. Segera saya balas
sms,dengan nada sedikit kecewa, namun masih berharap.
Tak berselang lama, aplusan pun tiba, bergegas menuju parkiran, dengan kondisi belum mandi tapi dah gosok gigi (maklum bis dinas malam) langsung melajukan si Supit tanpa pemanasan(kaya’olahraga aje) berhenti sejenak untuk absen pulang dan pergi seraya berlomba dengan makin teriknya sang mentari (ceileee). Sembari hanya bisa berdoa dalam hati semoga pasiennya belum melahirkan.
Tak berselang lama, aplusan pun tiba, bergegas menuju parkiran, dengan kondisi belum mandi tapi dah gosok gigi (maklum bis dinas malam) langsung melajukan si Supit tanpa pemanasan(kaya’olahraga aje) berhenti sejenak untuk absen pulang dan pergi seraya berlomba dengan makin teriknya sang mentari (ceileee). Sembari hanya bisa berdoa dalam hati semoga pasiennya belum melahirkan.
Setiba di RB..harap2 cemas saya
menuju ruang tindakan….Sambil mengucap salam,menghampiri senior, bertanya
apakah sudah selesai, beliaupun menjawab belum…bersyukur lalu kubersujud (lha
apaan,ngga ding, kagak segitunye). Sejauh ini kemajuan persalinan sudah bagus
hanya saja sepertinya ibu tidak punya cukup power untuk mengejan,karena
semalaman begadang jangan begadang kalau tiada artinya……aaaaa( wooii jangan
nyanyi…)sorry fren terbawa suasana.ok lanjutttt…ibu begadang karena menahan
sakit..masa nonton bola( bisa aja,nahan sakit sambil nonton bola..kali aja si
ibu mau anaknya mirip messi ya ga
pembaca?). Akhirnya senior mengalihkan tanggung jawabnya pada saya. Sesekali
saya lihat jam..dan mengobservasi kondisi..sejauh ini masih bagus..dan sudah
saatnya untuk dipimpin…..
15 menit….30 menit…45 menit….60 menit kemudian…hfuhhhh..dengan keringat
bercucuran, menghela nafas panjang,dengan tampang yang kucel bin
kummel..ngantuk tenan…mata yang bagai lampu pijar kehabisan minyak….akhirnya……………………………………………kok
belum lahir2 ya (dubrakkkkk)..sudah dipimpin namun makin panjang waktu,kontraksipun
makin hilang…ohhhh tidakkk..dengan persetujuan suami akhirnya si Ibu dipasang
infuse..sudah nampak kelelahan dan tak bertenaga…beberapa kali meneran, tidak
membuahkan hasil (lha masih nyangkut gimana mau berhasil)penolong yang hanya
berdua dimana posisi saya dibawah dan senior diatas bermaksud membantu power
ibu dengan sedikit mendorong juga sudah tampak kelelahan, akhirnya dengan
pertimbangan tidak akan maju, terpaksa senior menghubungi yang lebih senior
(lhaaa.. kok jadi sulit gini…hiks)
Selang satu jam kemudian, dengan dibidani 3 orang dan sudah saling
bertukar posisi…akhirnya……belum lahir2 juga (hiks……haussss T_T) sang senior
hanya berkata..”kita hanya menunggu waktu..bila tak ada kemajuan terpaksa harus
segera dirujuk”…menunggu---dan menunggu…beberapa intervensi sudah
dilakukan..hingga terjadi insiden yang tak terduga……….diluar batas
khayalku..dan tak pernah akan terpikirkan…….disela2 memimpin dan….Tempat
tidurnya roboh…Masya Allah..kontan semua yang ada diruangan bersitigfar….. terpana..lalu
dengan sigap bersama yang lain mengangkat ibu memindahkan keruang lain yang
memungkinkan….ibu sedikit trauma…
2 jam sudah berlalu…3 jam…tampak kelelahan terukir diwajah2 senior,ibu
dan keluarga yang mendampingi…demikian pula saya. Sudah hampir putus asa…semangat
yang tadi terpancar mulai luluh…namun tetap menyemangati ibu…Subhanallah
perjuangan ini begitu berat ternyata. 4 jam berselang Hingga adzan dzuhur
berkumandang…ibu yang hampir tak bertenaga,,,dengan sisa tenaga yang ada,
mencoba lagi…kami pun turut menambah power ibu yang seharusnya intervensi ini
tak boleh dilakukan…namun apa boleh buat….akhirnya…kepala itu lahir…hingga
seluruh tubuh…Segala puji bagi Allah…Takbir…Turut terharu ketika suara kecil
itu memenuhi ruangan…andai bisa, sebenarnya jantung ini sudah terlempar
beberapa meter..(trus dipungut lagi dah)..adik kecil kok kamu bandel sih,…ga
mau keluar gara2 ammah belum mandi ya…
Alhamdulillah kelegaan terpancar..meski bukan saya yang menarik bayi
keluar namun tetap bersyukur karena semua baik2 saja…… Kembali merasakan
ketegangan seperti masa2 kuliah dulu..meski, sejak bekerja di Tarakan harus
jarang menemui itu...
Begitu susah perjuangan seorang ibu...pantaslah yang pertama patut kita
taati adalah Ibumu...ibumu..ibumu.. sebagaimana pesan sang Nabi. Jadi kangen ma
bunda neh…senantiasa terukir doa dan rindu untukmu…Bundaku…
Saatnya pulang..berbersih diri dan bersitirahat…waktunya untuk memejamkan
mata…..ingin menyambut hari esok..yang semoga jauh lebih indah…menunggu petang
dan akhirnya malam……………kemudian memejamkan mata lagi(tidur mulu kerjaannya…hihihihihi..maklum
lelah sangat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar