ahlan wa sahlan

Hanya ungkapan rasa yang tak bisa disampaikan lewat suara..hanya kata dan bahasa

Senin, 18 Oktober 2010

Sedikit kisah 27-30 september ..Tarakan mencekam


Sebuah kisah  beberapa minggu yang lalu, hanya mencoba memaparkan apa yang dirasakan...



Senin, mengawali pekan terkhir di bulan September (27/9)..seperti biasa saya  dinas sore. Karena bermukim dikawasan Rumah sakit, informasi2 terkini sering tertinggal (kuper banget). Hari itu masih berjalan seperti biasa, tetapi yang membuat sedikit berbeda, sesampai di ruangan, teman2 yang dinas pagi tampak cemas, malah ada yang gelisah ingin cepat pulang. Lalu mengalirlah cerita yang masih simpang  siur bahwa  ada kejadian semalam yang membuat gempar Tarakan.


Penggeroyokan sekaligus  Pembunuhan yang dilakukan salah satu etnis pendatang (bugis latte)  kepada pemuka agama penduduk asli setempat (suku tidung) Memicu kemarahan penduduk asli yang mengarah ke anarkisme,mereka turun ke jalan dan menuntut agar si pelaku segera ditangkap..yang mengerikan mereka membawa senjata2 tajam..hal ini membuat  Polisi dan TNI sudah mulai berjaga-jaga semalam (26/9)(bahasa saya kok kaya’ reporter ya??). Suara sirine kepolisian tanda siaga juga menggema malam itu,tapi..karena saya tertidur pulas dan berdomisili di kompleks RS jadi dianggap biasa, macam sirine ambulance saja..esok paginya juga masih biasa2 saja( karena tidak keluar kost seharian) hingga sampai di RS baru tau bila semalam ada kejadian yang menghebohkan…pagi hari korban di otopsi di martuary dengan kondisi yang mengenaskan..kepala hampir putus,anggota tubuh yang lain juga begitu (hiii….).Dan akhirnya  Teman2 pun, ketika pulang juga sudah dikawal anggota TNI yang bersenjata lengkap (jelas, karena suami mereka TNI) waktu itu saya pun masih belum sadar kejadiannya akan separah itu (Lola banget emank) . Ketika diceritakan, saya masih menganggap itu biasa saja..soalnya di Tarakan sudah bukan hal langka lagi ada pembunuhan, apalagi di daerah tambak sana. Yaa…masih bisa terSeWa  lah (terSenyum dan tertaWa)  karena, yaaa… saya  belum tau yang selanjutnya..hingga ada yang bercerita bahwa yang dicari adalah suku bugis, sempat tersiar kabar bila pembunuh belum ditemukan maka Tarakan akan dijadikan sampit kedua (waaa….),suku2 penduduk asli akan bersatu malah akan memanggil yang mereka sebut Panglima burung dan panglima angin yang kabarnya, para panglima ini adalah “orang2 sakti” (bukan org2 sakit ), mereka akan menggunakan kekuatan magic/mistis/supranatural (klo 2 bersaudara seperti yang di film itu sih ga apa ^^..ngacoo)orang sakti ini dapat membuat golok/parang bisa melayang sendiri mencari mangsa, terutama suku bugis, dari aroma tubuhnya saja katanya bisa dibedakan…waaaaa…secara, saya kan blasteran pribumi neh..darah salah satu etnis itu mengalir ditubuh ini..huhuhuhu..masa’ harus pake deodorant macem2  biar ga dikenali aromanya..jiahhh..sempet deg deg kan juga..T_T..hiks..akhirnya tak bisa terSeWa lagi..huhuhu..

Tetapi Hingga aplusan malam tiba, kondisi masih biasa saja, belum ada tersiar kabar apa2 karena kawasan RS jauh dari pusat kota,klo ukuran samarinda sih masih tergolong dekat..sekitar 15 menit,korban pun tidak bertambah (tetanggan ma kamar mayat,jadi ikutan ngitung). Dari pengakuan teman yang dinas malam,,keadaan tarakan sudah mulai sepi padahal baru jam delapan malam..di beberapa sudut kota sudah banyak penjagaan.Sempat menghubungi keluarga disamarinda sekedar ingin berbagi kisah..karena dalam waktu dekat ortu akan berkunjung ke tarakan, berharap kakacauan cepat selesai..dan seperti biasa kata bunda” berdoa aja nak”..iyaaa bundaaa..hiks..doakan juga anakmu ini.. Dan.. satu malam itu bisa terlewati dengan tenang karena saya bisa tidur nyenyak..heee…^_^ walaupun sedikit kepikiran tentang parang terbang juga..tapi ahh saya bawa tidur aja..

Selasa, 28 september 2010..masih dinas sore

Dari pagi hingga sore perkembangannya tidak terlalu bagus malah sudah mulai ada peringatan dari Kepolisian. Ada larangan untuk keluar rumah dari jam 5 sore ke atas..karena akan ada konvoi parang dan tombak dari salah satu etnis yang akan menguasai jalan..waaa…dah mulai deg-deg kan neh..ko’ malah meluas gini..dibeberapa bagian kota tarakan juga terjadi keributan..hanya bisa melihat perkembangan melalui siaran TV (terjun langsung ke TKP kan ga mungkin, belum dibekali ilmu kebal..hehehe) mulai mencekam aja keadaannya..toko2 pada tutup, jalan2 makin sepi..nuansa perang dah mulai terasa..mana stock makanan juga menipis lagi..huhuhuhu..

Aplusan pun tiba..saatnya kembali ke kos, sempat enggan pulang karena sudah di rundung gelisah(ceilee…)..dapat call dari beberapa teman, ingin mengungsi ke kos saya yang dirasa aman, tentu disambut dengan baik, lebih baik sama2 dan rame2 aja.

Saat itu memang benar2 terjaga, bisa dibilang tidur ayam–ayaman( yang gimana ya??), malah hampir ga tidur klo subuh belum menjelang..Doa dan Dzikir juga ga henti (ck..ck..ck..moga seterusnya ya ya’)Seluruh lampu ruangan dipadamkan, mengikuti saran dan anjuran orang2 tua,hingga yang terdengar mitos pun akhirnya dituruti juga. Sepanjang malam hanya saya yang terjaga, teman yang lain tak begitu cemas karena mereka bukan termasuk bagian yang “di incar”huaaaaaaa…(ngerasa berdarah B.G.S)..jadi parno aja klo mendengar senjata yang terbang mencari mangsa..huhuhu..dapat sms dari saudara di Banjarmasin yang cukup menenangkan..”mba kan ada darah banjarnya, panglima burung dll, kalah sama pangeran suryanata di Banjarmasin,waktu kejadian sampit orang2 madura selamat di banjarmasin”. Yang jelas, sesuatu yang jauh dari logika, yang penting menenangkan juga di percaya (ada hubungan apa ya saya ma pangeran suryanata??@##$$klo sama pangeran berdarah campuran, tau banget klo itu snape..lhoh)sampai2 ada yang menggunakan kemampuannya untuk menerawang dengan izin Alloh“disekitarmu energi positifnya kuat banget ya’, jauh dari hal2 mistis dan negative..”waaaaaa….syukur deh..lumayan nenangin saya…^_^..

Malam itu memang banyak menerima sms dan telpon tanda perhatian sekaligus  prihatin dari keluarga dan teman2..bahkan yang diluar kalimantan juga turut menunjukkan empatinya..mengharap doanya saja moga cepat berlalu,dukungan doa dan support, cukup menambah keberanian saya waktu itu (kondisi gini baru nyadar banyak juga yang perhatiin ^_^..makasih semuanya..)

Tapi, tetep aja sepanjang malam memantau berita ,apalagi muncul berita yang uptodate banget di ANTV sekitar jam 1 dini hari ..malam itu jatuh 2 korban lagi, kabakaran makin meluas, masyarakat pada mengungsi..Ya Allah…tambah mencekam aja keadaannya..belum lagi ada telpon dari salah seorang temannya anak kos, yang lokasinya dekat dengan tempat kejadian,suara tembakan dimana2 membuat suasana makin mencekam..kabarnya esok hari kedua kelompok akan saling berhadapan,diduga akan ada perang ditengah kota. Sempat pula menerima telpon dari kerabat yang termasuk penduduk asli (suku tidung), beliau meminta saya untuk tetap berada dikawasan Rumah sakit  karena lebih aman,hingga ada sedikit dialog..saya hanya menanyakan kenapa tidak berdamai saja..beliau pun bersikeras jika penduduk asli tidak bisa di injak2 oleh pendatang, karena kejadian tidak hanya sekali, kejahatan yang dilakukan pendatang sudah berulang kali dan yang menjadi korban selalu  penduduk asli…hfuhhh..seberapapun kemarahan, ini hanya konflik pribadi..bila sudah membawa suku bakal berkepanjangan akhirnya..

Malam itu Hanya bisa berharap agar subuh cepat menjelang…

Puncak..  Rabu, 29 September 2010

Alhamdulillah,akhirnya pagi menjelang..satu malam bisa terlewati, meskipun harus terjaga. Rencana ingin mengistirahatkan mata, gagal total. Seharusnya libur, tetapi karena banyak teman yang tidak  bisa keluar rumah dan situasi siaga, akhirnya…jatah libur digunakan untuk tetap jaga Ruangan .

Pagi2 sudah bersiap,teman2 masih di basecamp saya, yang entahlah keadaannya tidak bisa di definisikan..seragam yang seharusnya dicuci akhirnya di pake lagi(jiaaa..buka kartu). Sesampai diruangan, Dinas pagi hanya berdua, bersama kepala ruangan yang memang rumah beliau masih tergolong dekat dan aman, pasien pun satu persatu juga dipulangkan(dalam kondisi sehat tentunya)..alhamdulillah akhirnya sepi juga..

Rabu pagi makin mencekam, imbas dari kejadian semalam. Menengok ke martuary, ternyata ada keramaian..korban semalam sudah tiba,mba CS di ruangan sempat melihat jenazah, salah satu jarinya terputus..Masya Alloh..ada tersiar kabar dari IGD sempat ada bentrokan kecil antar etnis yang mengantar korban.Korban2 ada dari kedua belah pihak yang bertikai, itu bisa dilihat dari identitas berupa kain2  yang terpasang di lengan mereka. Kuning untuk  Dayak tidung (suku asli yang mayoritas muslim)..putih untuk Bugis (entah bugis yang mana,belakangan orang2 bugis menolak bila suku Letta bagian dari bugis, karena sejarahnya suku letta memang orang2 pedalaman Sulawesi yang dikenal bringas,jahat,perompak dan perampok,dari bahasa pun mereka berbeda..maaf bila ada yang tersinggung) dan warna merah untuk Dayak. Bentrokan bisa diatasi oleh TNI dan Brimob yang berjaga, dan akhirnya korban2 harus di pisahkan..RSUD Tarakan khusus menangani suku Tidung, dan RS angkatan Laut untuk korban2 dari suku bugis, Hanya saja yang ditakutkan bila ada rujukan dari RS angkatan laut ke RSUD tarakan..kan sama aja tetep ga aman..hfuhh..malah, ada sempat korban yang melarikan diri..ck..ck..ck..

Waktu terus berjalan, baru ingat belum sarapan. Alhamdulillah,masih ada saja ibu2 yang nekat berjualan (bule pahlawanku)..mana toko dan warung2 sekitar sudah mulai tutup..jadi lumayanlah, untuk memenuhi kebutuhan sehari cukup.. untuk bertahan..

Sekitar pukul 11.00 wita ada himbauan lagi agar tidak keluar rumah,semua akses jalan ditutup, di beberapa titik sudah mulai terjadi perlawanan..perang baru dimulai dipusat kota,ada lagi 2 korban yang tewas pagi itu,sempat terekam di Metro TV. Tidak berapa lama..teman2 yang mengungsi di kos berdatangan..katanya di depan kos saya juga sudah banyak orang2 dayak (kain merah)berkumpul yang membawa Mandau dan senjata tajam lainnya..waa..shock..kok ikutan ga aman…ga pikir panjang lagi, bergegas kembali ke kos untuk mengambil keperluan dan barang berharga lainnya (hanya pico, supit,buli dan beberapa pakaian yang diungsikan),Alhamdulillah kerumunan massa itu hanya sebentar karena segera dibubarkan aparat,lokasi RS memang harus diamankan..tapi ya tetep aja..ngeriii..sudahlah nanti malam mengungsi saja di RS..jauh lebih aman..

Yahh..hanya bisa menanti agar konflik segera reda..matahari perlahan juga mulai tenggelam, sms pemberitahuan berdatangan, tersiar isu bahwa malam ini akan terjadi pembantaian besar2ran,malam ini harus mematikan lampu karena “orang sakti” itu akan memulai ritualnya (huaaa..hiks..hiks..)..Karena ruangan saya tak ada pasien maka ruangan dijadikan tempat mengungsi teman2 rumah sakit juga..sempat terjadi diskusi menarik membahas rencana kepulangan kami..ketakutan sudah mulai mengelilingi kami, masih merasa aman sebenarnya di Rumah sakit, tapi alangkah lega bila bisa keluar dari keadaan ini salah satunya dengan mengungsi kembali ke kota asal.Saat itu memang kondisi sedang dirundung cemas..beberapa ada yang tak tahan hingga meneteskan air hujan..eh air mata..begitupun dengan saya (terbawa suasana)..ada bimbang menyapa..Disatu sisi ada tanggung jawab disini..disisi lain ada keluarga yang cemas menanti disana…berbagai persiapan kami diskusikan,tentang pesawat yang awalnya sempat ada kabar bahwa salah seorang teman kami akan dijemput dengan Hercules (waa..ikuttt) tapi ternyata batal,(yahhh..hfuhh)akhirnya mencari pesawat komersil saja..status kota memang siaga, tapi untuk penerbangan keluar tarakan masih ada, hanya saja akses menuju bandara itu yang difikirkan, meskipun dengan pengawalan,,tapi orang2 yang berkonflik menggunakan senjata tradisonal macam sumpit ,nah lhoh..kata teman mereka sudah berada di atap2, bila ke bandara artinya kita melarikan diri,bisa saja senjata itu salah sasaran.huhuhu..serba salah..belum berani meng acc pembelian tiket yang harganya melambung tinggi..T_T..masih menunggu perkembangan selanjutnya..

Menjelang malam ada sms sosialisasi bahwa sudah terjadi perdamaian antar dua etnis yang bertikai, pak Gubernur, utusan kepolisian, aparatur pemerintahan dll, mengadakan pertemuan malam itu di bandara juwata, yang intinya sudah ada kesepakatan damai, dan mulai malam itu harus segera disosialisasikan. Tapi berita masih simpang siur..bener nggak sih, masih belum bisa tenang pasalnya kesepakatan baru dari orang2 atas, masyarakat bawah masih ada yang belum menerima..

Jadi masih was-was..apalagi sms tentang pembantaian itu..masih terngiang2 di telinga..logis  saja, kesepakatan baru malam itu juga, bisa jadi ada yang belum tersosialisasi..mana malam makin larut, mata seperti lampu pijar kehabisan minyak ,tapi takut untuk tidur, Sebelum beranjak ke pembaringan menerima telpon dari teman baik mencoba mengingatkan..meminta saya untuk mengikuti semua saran2 yang diterima ..hfuhh baiklah saya ikuti saran2 yang ada..mematikan lampu ruangan yang bisa dimatikan,walaupun masih ada seberkas cahaya yang tampak..dan lagi2 malam itu juga harus terjaga..menatap jam, lama sekali berpindah jarum..hanya bisa menanti pagi..hiks..hiks..Seraya terus berdoa agar semua ini cepat selesai..aminn..hanya ingin pulang memeluk bunda…

Kamis, 30 September 2010

Alhamdulillah, masih bisa menatap mentari..satu malam bisa terlewati lagi..Pasca kesepakatan semalam, Tarakan sudah berangsur-angsur normal..meskipun tetap harus waspada..Tidak menyangka juga bisa menjadi berita Nasional. Di Metro TV diliput jalan2 pusat kota mulai ramai..syukurlah..moga tetap kondusif..Tarakan hanya pulau kecil, jika terjadi keributan moga tidak akan meluas..semua akses masuk ke pulau ini baik Udara dan laut dijaga ketat oleh aparat..alhamdulillah..Akhirnya bisa kembali ke kos dan beristirahat..hfuhh..lega..bila dikenang lucu juga..ga menyangka bisa berada dalam situasi seperti ini..Masih mengumpulkan hikmah2 nya…

Sore berawan..Negeri pagun, 18 Oktober 2010

Tidak ada komentar: