ahlan wa sahlan

Hanya ungkapan rasa yang tak bisa disampaikan lewat suara..hanya kata dan bahasa

Selasa, 23 Februari 2010

Kabar duka


Innalillahi Wa innailaihi roojiuun…Karena bahasa.tak sempat menatapnya
“Saat ajal kan datang menjelang..malaikat izrail mainkan peran
Nyawa tercabut tubuh pun meregang..Allahu Akbar janjiMu tlah datang”
(SNADA)


Hari ini,selasa..tepat satu pekan wanita itu pergi. Meninggalkan sejuta penyesalan dalam hati bundaku. Tak ayal lagi hanya karena bahasa..tak bisa bertemu bahkan menatapnya untuk terakhir kali.
Wanita itu adalah sahabat bunda,berteman sejak lama..sedari kecil mereka sudah bersahabat,salut akan persahabatan mereka. Acil (Tante)Zakiah biasa saya memanggilnya. Seumur dengan bunda, namun terlihat lebih muda. Ya karena bundaku lebih banyak memiliki  pasukan.Wanita yang lembut serta ramah..terkenang kata”sayang” yang selalu disertakan bila memanggil saya. “sayang,anterin acil pulang yuk”..hfuhhh…sesak rasanya,bulir bening disudut mata ini ingin keluar bila teringat kebersamaan dengannya.
Allah telah memanggilnya,saya sungguh tak menyangka. Meninggal karena penyakit  yang disesalkan terlambat didiagnosis. Beliau  mengidap Tumor kandungan atau kanker rahim yang merupakan pembunuh nomor satu saat ini.
Sepekan yang lalu disubuh hari bunda menerima telpon dari ibu sahabatnya..dengan menggunakan bahasa daerah,hendak menyampaikan berita,namun karena tergesa,pesan yang disampaikan tak dapat ditangkap jelas..”sudah keluar rumah sakitkah zakiah cil?” bundaku bertanya..si Ibu menjawab”hi ih zakiah sudah bulik”(iya..zakiah sudah pulang)..lantas telpon pun ditutup. Bunda mengira tante sudah keluar dari rumah sakit,karena kata”bulik” yang artinya pulang tadi. Waktu itu beliau juga sedang tidak enak badan, berniat esok hari saja akan menjenguk kerumah.
 Sebelumnya saat dirumah sakit,bunda memang punya firasat,kata2 yang disampaikan hanya berupa semangat dan support agar senantiasa mengingat Sang Khalik.Tak menyangka bila itu pertemuan terakhir.
Esok harinya,rabu tepatnya..bunda pergi kerumah tante..dengan membawa buah tangan berniat menjenguk. Sesampai dirumah tante, adiknya yang menyambut “handak bedapat mama kah ka?”(mau bertemu ibu kah mba?)”kada,handak bedapat zakiah,jar sudah bulik”(nggak,mau ketemu zakiah,katanya sudah pulang)kata bundaku…”kemarian hanyar dikubur”(kemarin baru dikubur) kata sang adik lagi..lemas sekujur tubuh bunda mendengar hal itu..perasaaan menyesal,jengkel,sesak campur jadi satu..hanya karena salah menafsirkan bahasa”BULIK” yang ternyata artinya sudah berpulang..hfuhhh..menyesal karena tak sempat manatap..jengkel karena berita tak lengkap..sesak karena sedih yang tertahan,kehilangan sahabat..namun beliau juga harus Ikhlas..mengikhlaskannya.
Ya..ini hanya satu peristiwa..perihal bahasa,perlunya ada apersepsi tentang sebuah kata..Pulang..atau berpulang.. dan tentang kematian yang hendaknya menyadarkan kita akan nikmatnya..Kematian..siapa yang bisa menduga.Dunia adalah universitas kehidupan,dimana disini kita belajar,menimba ilmu dan mencari bekal.. yang dibimbing oleh Dosen,Guru besar kita yang uswatun hasanah..Baginda Rasulullah SAW..Sekali lagi kematian siapa yang bisa menyangka..pun saya sendiri..entahlah bisakah melewati usia 22 th ini..Umur siapa yang tahu..yang penting sekarang focus memperbanyak amal,gesit mencari peluang kebaikan..senantiasa belajar ikhlas..ikhlas dalam beramal..ikhlas dalam ikhtiar.Dan ikhlas itu dihati.
“Ya Rabb ajari hamba tuk senantiasa IKhlas..ajari hamba untuk senantiasa ridho akan takdirmu..bila kurang bisa membaca hikmah dibalik semua pilihan jalan yang Kau berikan..Ajari hamba ya Robb..”
Ya Robb,salah satu anggota keluarga kami telah menghadapMu..ampunilah ia..rahmatilah ia dan terimalah amal ibadahnya..
Teruntuk..acil Zakiah in memoriam 40 tahun,Samarinda..16 Februari 2010


Tarakan, 23 Februari 2010 09.10 wita..bersiap rapat ruangan..






Tidak ada komentar: