Innalillahi Wa innailaihi roojiuun…Karena bahasa.tak sempat menatapnya
“Saat ajal kan datang menjelang..malaikat
izrail mainkan peran
Nyawa tercabut tubuh pun meregang..Allahu Akbar
janjiMu tlah datang”
(SNADA)
Hari ini,selasa..tepat satu pekan wanita itu
pergi. Meninggalkan sejuta penyesalan dalam hati bundaku. Tak ayal lagi hanya
karena bahasa..tak bisa bertemu bahkan menatapnya untuk terakhir kali.
Wanita itu adalah sahabat bunda,berteman sejak
lama..sedari kecil mereka sudah bersahabat,salut akan persahabatan mereka. Acil
(Tante)Zakiah biasa saya memanggilnya. Seumur dengan bunda, namun terlihat
lebih muda. Ya karena bundaku lebih banyak memiliki pasukan.Wanita yang lembut serta
ramah..terkenang kata”sayang” yang selalu disertakan bila memanggil saya.
“sayang,anterin acil pulang yuk”..hfuhhh…sesak rasanya,bulir bening disudut
mata ini ingin keluar bila teringat kebersamaan dengannya.
Allah telah memanggilnya,saya sungguh tak
menyangka. Meninggal karena penyakit
yang disesalkan terlambat didiagnosis. Beliau mengidap Tumor kandungan atau kanker rahim
yang merupakan pembunuh nomor satu saat ini.
Sepekan yang lalu disubuh hari bunda menerima telpon dari ibu
sahabatnya..dengan menggunakan bahasa daerah,hendak menyampaikan berita,namun
karena tergesa,pesan yang disampaikan tak dapat ditangkap jelas..”sudah keluar rumah sakitkah zakiah cil?”
bundaku bertanya..si Ibu menjawab”hi ih
zakiah sudah bulik”(iya..zakiah
sudah pulang)..lantas telpon pun ditutup. Bunda mengira tante sudah keluar dari
rumah sakit,karena kata”bulik” yang artinya pulang tadi. Waktu itu beliau juga
sedang tidak enak badan, berniat esok hari saja akan menjenguk kerumah.
Sebelumnya saat dirumah sakit,bunda
memang punya firasat,kata2 yang disampaikan hanya berupa semangat dan support
agar senantiasa mengingat Sang Khalik.Tak menyangka bila itu pertemuan
terakhir.
Esok harinya,rabu tepatnya..bunda pergi kerumah tante..dengan membawa
buah tangan berniat menjenguk. Sesampai dirumah tante, adiknya yang menyambut “handak bedapat mama kah ka?”(mau bertemu
ibu kah mba?)”kada,handak bedapat zakiah,jar sudah bulik”(nggak,mau ketemu
zakiah,katanya sudah pulang)kata bundaku…”kemarian hanyar dikubur”(kemarin baru dikubur) kata sang adik lagi..lemas
sekujur tubuh bunda mendengar hal itu..perasaaan menyesal,jengkel,sesak campur
jadi satu..hanya karena salah menafsirkan bahasa”BULIK” yang ternyata artinya
sudah berpulang..hfuhhh..menyesal karena tak sempat manatap..jengkel karena
berita tak lengkap..sesak karena sedih yang tertahan,kehilangan sahabat..namun
beliau juga harus Ikhlas..mengikhlaskannya.
Ya..ini hanya satu peristiwa..perihal bahasa,perlunya ada apersepsi
tentang sebuah kata..Pulang..atau berpulang.. dan tentang kematian yang
hendaknya menyadarkan kita akan nikmatnya..Kematian..siapa yang bisa menduga.Dunia
adalah universitas kehidupan,dimana disini kita belajar,menimba ilmu dan
mencari bekal.. yang dibimbing oleh Dosen,Guru besar kita yang uswatun
hasanah..Baginda Rasulullah SAW..Sekali lagi kematian siapa yang bisa
menyangka..pun saya sendiri..entahlah bisakah melewati usia 22 th ini..Umur
siapa yang tahu..yang penting sekarang focus memperbanyak amal,gesit mencari
peluang kebaikan..senantiasa belajar ikhlas..ikhlas dalam beramal..ikhlas dalam
ikhtiar.Dan ikhlas itu dihati.
“Ya Rabb ajari hamba tuk senantiasa IKhlas..ajari hamba untuk senantiasa
ridho akan takdirmu..bila kurang bisa membaca hikmah dibalik semua pilihan
jalan yang Kau berikan..Ajari hamba ya Robb..”
Ya Robb,salah satu anggota keluarga kami telah menghadapMu..ampunilah ia..rahmatilah
ia dan terimalah amal ibadahnya..
Teruntuk..acil Zakiah in memoriam 40 tahun,Samarinda..16 Februari 2010
Tarakan, 23 Februari 2010 09.10 wita..bersiap rapat ruangan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar