ahlan wa sahlan

Hanya ungkapan rasa yang tak bisa disampaikan lewat suara..hanya kata dan bahasa

Rabu, 20 Januari 2010

Arti "deg-deg"kan ku ternyata....



         Kemarin tepatnya tanggal 18 januari 2010,dinas pagi …sebenarnya waktu dinas yang tidak saya sukai..karena adanya rutinitas yang mewajibkan pegawai untuk apel pagi..wahhh..kegiatan yang seperti itu yang saya hindari..harus menyayi lagu-lagu  nasional…berdiri..dan yang pasti bertemu Direktur..waksss…(maap bapak saya ga ngefans ma bapak)hushh..gaswat klo ada tim RSU..bakal dimutasi ke Samarinda…aminn Ya Rabb..hehehe..maunya sih. Tapi Allah tidak mengizinkan diriku untuk apel..ternyata cuaca mendukung…hujan lagi-lagi membasahi negeri paguntaka ini..itu artinya apel ditiadakan..alhasil..dengan Bismillah melegang kangkung..berjalan perlahan menuju Rumah sakit.Sesampainya didepan pos satpam,berniat untuk absen..tapi apa dikata..mesin absen itu tidak ada di tempat(apakah ada diantara kalian yang menyembunyikan???Ngaku*dengan nada menyelidik dan mata disipitkan*)

Itu artinya saya harus berkeliling menuju TU..dekat ruang Direktur…dimana absen itu berada..tapi karena jarak yang lumayan jauh(samarinda-balikpapan dikurangi ratusan kilometer) niat saya urungkan (secara,siapa juga yang mau jalan kaki ujan2..pake baju putih,kan ogah kena percikan kotoran,klo  percikan dana mah ga papa)oke just intermezzo..saatnya serius..akhirnya datang keruangan dengan harapan teman yang dinas malam ada yang bawa roda dua(motor,maksudnya,roda tiga mah obat nyamuk,klo roda empat…wah punya ogut masih dishowroom teman ^^)jadi bisa nebeng tuh buat absen bentar..ternyata…eh ternyata semua tak sesuai rencana (macam lagu ya?)teman pada ga bawa kendaraan…ohhh no..Kepala ruangan sudah ada…rasa tak enakpun mulai muncul..salah seorang teman memprovokasi”udah sesekali ga usah absen ga papa kok”…akhirnya diriku terprovokasi.Sempat mikir sih,absen jari kan langsung di print di Samarinda..gimana klo ketahuan..absen tanda tangan ga sesuai dengan absen jari..hemm..pasrah aja..terdengar suara hujan makin deras..akhirnya..yah diriku ga absen dech…T_T
Ternyata,ini dinas pagi yang santai…dinas pagi selain hari minggu dibulan ini..disambut dengan sedikit pasien(senangnya^^)..pagi, saatnya mempersiapkan pasien yang mau dioperasi..pasang infuse..kateter..ngantar dan jemput..kemudian pulangkan(ngaco,belum siuman ),disaat waktu makan siang..berubah profesi menjadi koki(goreng tahu dulu coy!!)hingga jam menunjukkan pukul 14.00 wita waktu setempat (koordinatnya belum saya cari,jadi jangan ditanya)tibalah waktu pulang…sedari tadi saat dinas..sudah banyak rencana dikepala (1.ke GRAPARi  2.Cari Stationary 3.ke Pencucian motor 4. Ke bengkel 5. Cari Mamat bukan mau nagih hutang jangan suudzon dulu (Makan heMat)6. Isi Pulsa 7.Istirahat)yang ke-7 mah kudu….Aplusan pun tiba..hanya butuh waktu beberapa menit,detik sekian sekon..untuk menjelaskan keadaan pasien.Akhirnya saya undur diri dari hadapan anda (emank lagi bawa acara)..maap..maksudnya akhirnya dengan senior saya izin pulang duluan…karena tidak absen datang, sekalian ga absen pulang..
Bergegas menuju kos,ganti pakaian dan meluncur dengan sahabatku si Supit (supra fit 4025,bukan 14022)..Di tengah perjalanan entah mengapa hati berdegup kencang,teringat kejadian 3 bulan silam,seminggu sebelum pulang ke Samarinda..hal serupa pernah terjadi..flashback dulu ya…
Kala itu sepulang dinas sore..diperjalanan hati berdegup ga karuan(bukan lagi fall in love lho ya)beberapa menit kemudian..ada insiden menimpa saya dan supit..saya yang memang lalai.Sebenarnya saat menaiki gunung itu hati sudah memberikan kode..untuk mengklakson..saya ikuti kata hati..memang tidak ada yang menghalangi jalan..tapi tetap saya klakson…Karena penuh rencana dikepala disertai rasa terburu-buru mengingat belum isyaan,besok dinas pagi lagi,akhirnya Si Supit saya ajak melaju…pun ketika menuruni gunung..ini memang sudah rencanaNya..entah kenapa mungkin pandangan saya tertutup..saya tidak melihat kendaraan didepan yang menyalakan lampu reting(bener ga nulisnya?pokoknya ntu lampu kiri kanan noh),karena medali rider sudah tersemat didada..yah asal nyelip aja..waktu itu jalanan sudah mulai sepi..ketika sedikit lagi mendekati kendaraan didepan,suara klakson sudah dibunyikan juga suara saya(ga merdu sih)..alhasil serempetpun tidak bisa dihindari…”prakk”…terdengar suara si Supit juga tidak mau kalah…Innalillah..insiden terjadi tidak bisa dihindari..di TKP ditemukan 1 korban,banyak saksi..dan tersangka yang mengarah ke saya (Masya Allah)..beberapa menit kemudian diamankan(alhamdulillah ga ada polisi,klo nggak tambah panjang ni perkara)
Allah masih sayang sama saya…korban tidak luka parah,hanya luka lecet,kebetulan di depan TKP ada apotek..bergegas mencari obat-obatan…mengajak kompromi..menyelesaikan masalah secara damai…karena motor korban tidak bisa dikendarai(nge gas trus,untung ga ngebor terus, bisa kalah inul)…akhirnya esok harinya masalah selesai..dengan ganti rugi perbaikan dan perawatan luka yang tidak sedikit…yang terpikir saat itu,yang penting bisa pulang ke Samarinda dengan tenang…keluarga tidak ada satupun yang tahu..khawatir malah menambah kecemasan saja..kendati keadaan saya pun tidak jauh beda dengan si korban,tapi  sakitnya tidak terasa karena harus bersaing dengan rasa gugup,cemas dan takut yang menimpa. Yah Segala puji hanya bagiNya,kala hati ini sudah kembali tenang.
”Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?”(Ar-Rahman)
Kemarin..dada yang berdegup kencang muncul lagi..apakah ini firasat..sepanjang jalan bibir ini basah dengan lantunan dzikir al-matsurat…khawatir kejadian serupa terulang..Supit dibawa perlahan..mata selalu siaga..alhamdulillah..beberapa agenda bisa tertunaikan..hingga tiba dibengkel(praktek dokternya si supit,soalnya supit ogah dibawa ketempat kerja saya,dokter disana katanya ga berkompeten untuk nangani sakit si supit,cerewet juga si supit ini) Mata si Supit lagi sakit                ( klo malam,supit yang tanpa mata bisa membahayakan,sebenarnya ada satu mata supit yang masih bisa berfungsi,tapi itu tidak cukup)setelah dicek oleh dokternya(montir)ternyata organnya(onderdil) tidak tersedia,harus beberapa hari lagi menunggu…itupun beruntung bila organ yang ditemukan asli..kebanyakan organ yang beredar kualitas nomor 2..tapi tak apalah..yang penting supit sembuh..walaupun mesti dilakukan pencangkokan organ (mangap..eh maap terlalu banyak mengadopsi bahasa virtual,bukan  bahasa medis…secara memang ada yang sakit,harap maklum)
Saat-saat menunggu,mata saya menatap jalan..melihat hilir mudik kendaraan( saya tidak tertarik menghitung jumlah kendaraan yang lewat)…posisi bengkel tepat sebelum dan sesudah tanjakan gunung itu(2 jalur)..terdiam cukup lama..sempat melamun(mau makan apa ya?halah)..hingga ada suara “prak”membatalkan lamunan saya……(penasaran????? Baca baris selanjutnya)…
 Masya Allah,ada seorang gadis melaju  diturunan gunung itu,  dibelakangnya juga ada kendaraan  yang melaju sejajar hingga menyenggol motor si gadis,gadis itu hilang keseimbangan dan akhirnya rebah ke jalur yang berlawanan..dari arah berlawanan pun kendaraan tak kalah lajunya..motor itu menabrak motor sigadis ,si gadis yang belum sempat bangkit akhirnya kepalanya terlindas oleh ban depan motor yang menabrak…Innalillah..kejadian yang begitu cepat,didepan mata saya…dada saya makin berdegup kencang..inikah yang Allah coba perlihatkan..pengendara yang berlawanan pun terlempar tidak jauh dari motor si gadis..gadis itu terkapar..pengendara yang berlawanan masih bisa bangkit…kerumunan orang mulai memenuhi jalan..gadis itu diangkat masih menggunakan helm menuju pinggir jalan diseberang bengkel…Saya yang tadinya duduk akhirnya berubah posisi menjadi berdiri,terpaku,tersipu(ngaco)..sebagian yang lain mengamankan kendaraan yang hancur,juga pengendara yang menabrak.
Nurani sebagai tenaga kesehatan pun muncul..saya beranikan diri untuk menyebrang mencoba melihat kondisi si gadis…sempat mengeluarkan suara anjuran supaya helmnya jangan dilepas…ahh terlambat..gerombolan kaum adam itu tidak mendengarkan ocehan saya(baru sadar,ternyata saya perempuan sendiri disitu)..ilmu pelatihan beberapa bulan silam tidak bisa dipergunakan…sempat sekilas saja melihat kondisinya,sepertinya kaki mengalami fraktur,tampak aliran darah,yang dikhawatirkan bila terjadi cedera kepala..fatal sekali akibatnya…”Ya Allah,semoga gadis itu bisa kembali pulih”..kurang dari lima menit,tubuhnya pun berpindah ke mobil pengguna jalan yang kebetulan melintas..saya hanya bisa menatapnya sembari berdoa.Tak lama saya pun kembali ke bengkel..pemilik bengkel berulangkali menghubungi HP  petugas lakalantas yang dikenalnya namun tak satupun nomor yang aktif,hingga suasana kembali seperti sedia kala..tetap tak ada tanda-tanda kemunculan petugas..hemm..begitulah...sampai-sampai pengendara yang menabrak hampir melarikan diri… karena tak ada warga yang mengawalnya. Pemilik bengkel sibuk dengan Si Supit,sedang saya hanya bisa berkata”pak itu mau kabur kayaknya”sambil menunjuk ke arah pengendara yang sedang mendorong motornya…akhirnya bapak itu menyuruh anaknya untuk menyusul mencatat nomor kendaraan.
Setengah jam lebih pasca insiden akhirnya petugas lakalantas menunjukkan batang hidungnya dengan mobil satuan mereka, berhenti tepat didepan bengkel…Bila melihat mobil itu jadi teringat hampir 3 tahun silam saya juga pernah diboyong (tenang sodara2 bukan sebagi tersangka,tetapi korban,lagi2 lakalantas..perjalanan Balikpapan-samarinda,bulan ramadhan,wajar saja bila medali rider tetap bertahan pada saya..yang ajaib bin samiun..Subhanallah,hanya luka lecet,namun naas bagi Supit,tubuhnya hampir terbelah).Yang pertama keluar dari mobil seorang pria paruh baya…berperawakan tinggi besar..saya baca nama yang tertera dibajunya “AGUNG”…tanpa basa-basi beliau langsung menunjuk  Si Supit sambil berkata”ini ya pak motornya”..spontan saya bersuara”bukan pak,ini motor saya”dalam hati bapak ini benar-benar agung..si Supit yang lagi dibongkar memang tampak seperti korban (malang nian dikau sobat)..sambil menenteng papan L JK dan kertas serta bolpoin,pak agung mencatat keterangan dari pemilik bengkel…saya hanya memperhatikan sembari menjawab bila ditanya..pemilik bengkel langsung memberitahu bahwa pengendara yang menabrak mencoba melarikan diri,petugas yang masih di mobil langsung memutar haluan kendaraannya menyusul pengendara tadi.
Dari kejauhan saya hanya bisa memperhatikan kedua petugas mengintrogasi penabrak…mengukur jalan..mengangkat kendaraan..saya paham bagaimana perasaan penabrak..karena saya juga pernah menjadi tersangka…rasa itu…sulit dijelaskan..Semoga Allah memudahkan urusannya. Dan semoga gadis itu bisa kembali pulih…
Mungkin ini jawaban dari Rasa deg-deg kan sepanjang jalan tadi…Kembali Allah menunjukkan maksudnya,mungkin selama ini saya terlalu liar mengendarai Supit…kurang hati-hati(maafkan daku sobat,terima kasih sudah mengisi hari-hariku 5 tahun ini)..meskipun terkadang mencoba mencari pembelaan “kita sudah berhati-hati,tapi orang lain yang tidak hati-hati”..seolah menganggap enteng keadaan,nasib ya nasib..sudah suratannya..tapi bukankah kita wajib ikhtiar,kembali hati menegur.Sekali lagi banyak ibrah yang bisa diambil..senantiasa berdoa ketika memulai perjalanan…ingat akan tujuan..kendati saya yakin tak pernah membawa si Supit ke tempat maksiat..hanya berhusnuzon pada Allah bahwa apa yang pernah kami alami adalah semata-mata ujian bukan hukuman. Dan selama ini begitu banyak nikmatNya pada saya..sekalipun facebooker seluruh dunia mencoba menghitung nikmatNya,saya yakin tidak akan sanggup,walaupun saya baru 22 tahun mendiami planet ini…CiptaanNya yang Indah…
“Ya Allah terima kasih atas  perlindunganMu,ampuni hamba bila alpa mensyukuri nikmatMu”

 Segala Puji Hanya BagiMu,Tiada Tuhan Melainkan Engkau….Ya Rahman..Ya Rahim..

By: Lia
Tarakan,pasca kuret…00.30
Malam panjang menanti pagi menjelang…….



Tidak ada komentar: