Kemarin tepatnya tanggal 18 januari 2010,dinas pagi …sebenarnya waktu dinas yang tidak saya sukai..karena adanya rutinitas yang mewajibkan pegawai untuk apel pagi..wahhh..kegiatan yang seperti itu yang saya hindari..harus menyayi lagu-lagu nasional…berdiri..dan yang pasti bertemu Direktur..waksss…(maap bapak saya ga ngefans ma bapak)hushh..gaswat klo ada tim RSU..bakal dimutasi ke Samarinda…aminn Ya Rabb..hehehe..maunya sih. Tapi Allah tidak mengizinkan diriku untuk apel..ternyata cuaca mendukung…hujan lagi-lagi membasahi negeri paguntaka ini..itu artinya apel ditiadakan..alhasil..dengan Bismillah melegang kangkung..berjalan perlahan menuju Rumah sakit.Sesampainya didepan pos satpam,berniat untuk absen..tapi apa dikata..mesin absen itu tidak ada di tempat(apakah ada diantara kalian yang menyembunyikan???Ngaku*dengan nada menyelidik dan mata disipitkan*)
Itu artinya
saya harus berkeliling menuju TU..dekat ruang Direktur…dimana absen itu
berada..tapi karena jarak yang lumayan jauh(samarinda-balikpapan dikurangi
ratusan kilometer) niat saya urungkan (secara,siapa juga yang mau jalan kaki
ujan2..pake baju putih,kan ogah kena percikan kotoran,klo percikan dana mah ga papa)oke just
intermezzo..saatnya serius..akhirnya datang keruangan dengan harapan teman yang
dinas malam ada yang bawa roda dua(motor,maksudnya,roda tiga mah obat nyamuk,klo
roda empat…wah punya ogut masih dishowroom teman ^^)jadi bisa nebeng tuh buat
absen bentar..ternyata…eh ternyata semua tak sesuai rencana (macam lagu
ya?)teman pada ga bawa kendaraan…ohhh no..Kepala ruangan sudah ada…rasa tak
enakpun mulai muncul..salah seorang teman memprovokasi”udah sesekali ga usah
absen ga papa kok”…akhirnya diriku terprovokasi.Sempat mikir sih,absen jari kan
langsung di print di Samarinda..gimana klo ketahuan..absen tanda tangan ga
sesuai dengan absen jari..hemm..pasrah aja..terdengar suara hujan makin
deras..akhirnya..yah diriku ga absen dech…T_T
Ternyata,ini
dinas pagi yang santai…dinas pagi selain hari minggu dibulan ini..disambut
dengan sedikit pasien(senangnya^^)..pagi, saatnya mempersiapkan pasien yang mau
dioperasi..pasang infuse..kateter..ngantar dan jemput..kemudian
pulangkan(ngaco,belum siuman ),disaat waktu makan siang..berubah profesi
menjadi koki(goreng tahu dulu coy!!)hingga jam menunjukkan pukul 14.00 wita
waktu setempat (koordinatnya belum saya cari,jadi jangan ditanya)tibalah waktu
pulang…sedari tadi saat dinas..sudah banyak rencana dikepala (1.ke GRAPARi 2.Cari Stationary 3.ke Pencucian motor 4. Ke
bengkel 5. Cari Mamat bukan mau nagih hutang jangan suudzon dulu (Makan heMat)6.
Isi Pulsa 7.Istirahat)yang ke-7 mah kudu….Aplusan pun tiba..hanya butuh waktu
beberapa menit,detik sekian sekon..untuk menjelaskan keadaan pasien.Akhirnya
saya undur diri dari hadapan anda (emank lagi bawa acara)..maap..maksudnya
akhirnya dengan senior saya izin pulang duluan…karena tidak absen datang,
sekalian ga absen pulang..
Bergegas
menuju kos,ganti pakaian dan meluncur dengan sahabatku si Supit (supra fit 4025,bukan
14022)..Di tengah perjalanan entah mengapa hati berdegup kencang,teringat
kejadian 3 bulan silam,seminggu sebelum pulang ke Samarinda..hal serupa pernah
terjadi..flashback dulu ya…
Kala itu
sepulang dinas sore..diperjalanan hati berdegup ga karuan(bukan lagi fall in
love lho ya)beberapa menit kemudian..ada insiden menimpa saya dan supit..saya
yang memang lalai.Sebenarnya saat menaiki gunung itu hati sudah memberikan
kode..untuk mengklakson..saya ikuti kata hati..memang tidak ada yang
menghalangi jalan..tapi tetap saya klakson…Karena penuh rencana dikepala
disertai rasa terburu-buru mengingat belum isyaan,besok dinas pagi lagi,akhirnya
Si Supit saya ajak melaju…pun ketika menuruni gunung..ini memang sudah
rencanaNya..entah kenapa mungkin pandangan saya tertutup..saya tidak melihat
kendaraan didepan yang menyalakan lampu reting(bener ga nulisnya?pokoknya ntu
lampu kiri kanan noh),karena medali rider sudah tersemat didada..yah asal
nyelip aja..waktu itu jalanan sudah mulai sepi..ketika sedikit lagi mendekati
kendaraan didepan,suara klakson sudah dibunyikan juga suara saya(ga merdu
sih)..alhasil serempetpun tidak bisa dihindari…”prakk”…terdengar suara si Supit
juga tidak mau kalah…Innalillah..insiden terjadi tidak bisa dihindari..di TKP
ditemukan 1 korban,banyak saksi..dan tersangka yang mengarah ke saya (Masya
Allah)..beberapa menit kemudian diamankan(alhamdulillah ga ada polisi,klo nggak
tambah panjang ni perkara)
Allah masih
sayang sama saya…korban tidak luka parah,hanya luka lecet,kebetulan di depan
TKP ada apotek..bergegas mencari obat-obatan…mengajak kompromi..menyelesaikan
masalah secara damai…karena motor korban tidak bisa dikendarai(nge gas trus,untung
ga ngebor terus, bisa kalah inul)…akhirnya esok harinya masalah selesai..dengan
ganti rugi perbaikan dan perawatan luka yang tidak sedikit…yang terpikir saat
itu,yang penting bisa pulang ke Samarinda dengan tenang…keluarga tidak ada
satupun yang tahu..khawatir malah menambah kecemasan saja..kendati keadaan saya
pun tidak jauh beda dengan si korban,tapi sakitnya tidak terasa karena harus bersaing
dengan rasa gugup,cemas dan takut yang menimpa. Yah Segala puji hanya bagiNya,kala
hati ini sudah kembali tenang.
”Maka nikmat
Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?”(Ar-Rahman)
Kemarin..dada
yang berdegup kencang muncul lagi..apakah ini firasat..sepanjang jalan bibir
ini basah dengan lantunan dzikir al-matsurat…khawatir kejadian serupa
terulang..Supit dibawa perlahan..mata selalu siaga..alhamdulillah..beberapa
agenda bisa tertunaikan..hingga tiba dibengkel(praktek dokternya si supit,soalnya
supit ogah dibawa ketempat kerja saya,dokter disana katanya ga berkompeten
untuk nangani sakit si supit,cerewet juga si supit ini) Mata si Supit lagi
sakit ( klo malam,supit
yang tanpa mata bisa membahayakan,sebenarnya ada satu mata supit yang masih
bisa berfungsi,tapi itu tidak cukup)setelah dicek oleh dokternya(montir)ternyata
organnya(onderdil) tidak tersedia,harus beberapa hari lagi menunggu…itupun
beruntung bila organ yang ditemukan asli..kebanyakan organ yang beredar kualitas
nomor 2..tapi tak apalah..yang penting supit sembuh..walaupun mesti dilakukan
pencangkokan organ (mangap..eh maap terlalu banyak mengadopsi bahasa
virtual,bukan bahasa medis…secara memang
ada yang sakit,harap maklum)
Saat-saat
menunggu,mata saya menatap jalan..melihat hilir mudik kendaraan( saya tidak
tertarik menghitung jumlah kendaraan yang lewat)…posisi bengkel tepat sebelum
dan sesudah tanjakan gunung itu(2 jalur)..terdiam cukup lama..sempat melamun(mau
makan apa ya?halah)..hingga ada suara “prak”membatalkan lamunan saya……(penasaran?????
Baca baris selanjutnya)…
Masya Allah,ada seorang gadis melaju diturunan gunung itu, dibelakangnya juga ada kendaraan yang melaju sejajar hingga menyenggol motor
si gadis,gadis itu hilang keseimbangan dan akhirnya rebah ke jalur yang
berlawanan..dari arah berlawanan pun kendaraan tak kalah lajunya..motor itu
menabrak motor sigadis ,si gadis yang belum sempat bangkit akhirnya kepalanya
terlindas oleh ban depan motor yang menabrak…Innalillah..kejadian yang begitu
cepat,didepan mata saya…dada saya makin berdegup kencang..inikah yang Allah
coba perlihatkan..pengendara yang berlawanan pun terlempar tidak jauh dari
motor si gadis..gadis itu terkapar..pengendara yang berlawanan masih bisa
bangkit…kerumunan orang mulai memenuhi jalan..gadis itu diangkat masih menggunakan
helm menuju pinggir jalan diseberang bengkel…Saya yang tadinya duduk akhirnya
berubah posisi menjadi berdiri,terpaku,tersipu(ngaco)..sebagian yang lain
mengamankan kendaraan yang hancur,juga pengendara yang menabrak.
Nurani sebagai
tenaga kesehatan pun muncul..saya beranikan diri untuk menyebrang mencoba
melihat kondisi si gadis…sempat mengeluarkan suara anjuran supaya helmnya
jangan dilepas…ahh terlambat..gerombolan kaum adam itu tidak mendengarkan
ocehan saya(baru sadar,ternyata saya perempuan sendiri disitu)..ilmu pelatihan
beberapa bulan silam tidak bisa dipergunakan…sempat sekilas saja melihat
kondisinya,sepertinya kaki mengalami fraktur,tampak aliran darah,yang
dikhawatirkan bila terjadi cedera kepala..fatal sekali akibatnya…”Ya
Allah,semoga gadis itu bisa kembali pulih”..kurang dari lima menit,tubuhnya pun
berpindah ke mobil pengguna jalan yang kebetulan melintas..saya hanya bisa
menatapnya sembari berdoa.Tak lama saya pun kembali ke bengkel..pemilik bengkel
berulangkali menghubungi HP petugas lakalantas
yang dikenalnya namun tak satupun nomor yang aktif,hingga suasana kembali
seperti sedia kala..tetap tak ada tanda-tanda kemunculan
petugas..hemm..begitulah...sampai-sampai pengendara yang menabrak hampir
melarikan diri… karena tak ada warga yang mengawalnya. Pemilik bengkel sibuk
dengan Si Supit,sedang saya hanya bisa berkata”pak itu mau kabur kayaknya”sambil
menunjuk ke arah pengendara yang sedang mendorong motornya…akhirnya bapak itu
menyuruh anaknya untuk menyusul mencatat nomor kendaraan.
Setengah jam
lebih pasca insiden akhirnya petugas lakalantas menunjukkan batang hidungnya
dengan mobil satuan mereka, berhenti tepat didepan bengkel…Bila melihat mobil
itu jadi teringat hampir 3 tahun silam saya juga pernah diboyong (tenang
sodara2 bukan sebagi tersangka,tetapi korban,lagi2 lakalantas..perjalanan
Balikpapan-samarinda,bulan ramadhan,wajar saja bila medali rider tetap bertahan
pada saya..yang ajaib bin samiun..Subhanallah,hanya luka lecet,namun naas bagi
Supit,tubuhnya hampir terbelah).Yang pertama keluar dari mobil seorang pria
paruh baya…berperawakan tinggi besar..saya baca nama yang tertera dibajunya
“AGUNG”…tanpa basa-basi beliau langsung menunjuk Si Supit sambil berkata”ini ya pak
motornya”..spontan saya bersuara”bukan pak,ini motor saya”dalam hati bapak ini
benar-benar agung..si Supit yang lagi dibongkar memang tampak seperti korban
(malang nian dikau sobat)..sambil menenteng papan L JK dan kertas serta
bolpoin,pak agung mencatat keterangan dari pemilik bengkel…saya hanya
memperhatikan sembari menjawab bila ditanya..pemilik bengkel langsung
memberitahu bahwa pengendara yang menabrak mencoba melarikan diri,petugas yang
masih di mobil langsung memutar haluan kendaraannya menyusul pengendara tadi.
Dari kejauhan
saya hanya bisa memperhatikan kedua petugas mengintrogasi penabrak…mengukur
jalan..mengangkat kendaraan..saya paham bagaimana perasaan penabrak..karena
saya juga pernah menjadi tersangka…rasa itu…sulit dijelaskan..Semoga Allah
memudahkan urusannya. Dan semoga gadis itu bisa kembali pulih…
Mungkin ini
jawaban dari Rasa deg-deg kan sepanjang jalan tadi…Kembali Allah menunjukkan
maksudnya,mungkin selama ini saya terlalu liar mengendarai Supit…kurang
hati-hati(maafkan daku sobat,terima kasih sudah mengisi hari-hariku 5 tahun
ini)..meskipun terkadang mencoba mencari pembelaan “kita sudah
berhati-hati,tapi orang lain yang tidak hati-hati”..seolah menganggap enteng
keadaan,nasib ya nasib..sudah suratannya..tapi bukankah kita wajib
ikhtiar,kembali hati menegur.Sekali lagi banyak ibrah yang bisa
diambil..senantiasa berdoa ketika memulai perjalanan…ingat akan tujuan..kendati
saya yakin tak pernah membawa si Supit ke tempat maksiat..hanya berhusnuzon
pada Allah bahwa apa yang pernah kami alami adalah semata-mata ujian bukan
hukuman. Dan selama ini begitu banyak nikmatNya pada saya..sekalipun facebooker
seluruh dunia mencoba menghitung nikmatNya,saya yakin tidak akan
sanggup,walaupun saya baru 22 tahun mendiami planet ini…CiptaanNya yang Indah…
“Ya Allah terima
kasih atas perlindunganMu,ampuni hamba
bila alpa mensyukuri nikmatMu”
Segala Puji Hanya BagiMu,Tiada Tuhan Melainkan
Engkau….Ya Rahman..Ya Rahim..
By: Lia
Tarakan,pasca
kuret…00.30
Malam panjang
menanti pagi menjelang…….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar