Tidak habis pikir.. gadis 16
tahun itu begitu percaya diri menjawab pertanyaan kami..tidak ada rasa
malu..segan..bahkan takut,apalagi penyesalan…entah apa yang ada dipikirannya …Masya
Allah..hanya mampu mengehela nafas (yang bagaimana ya?yang jelas saat itu saya
masih bernafas).Ya…semalam..pengalaman pertama saya menangani klien(bukan pasien,soalnya ga
sakit),yang distatus kepolisian berdasarkan berita acaranya merupakan korban
pencabulan..awalnya sempat terkejut ketika ada gadis masuk keruangan didampingi
mahasiswa perawat…adik perawat langsung menyerahkan berkas klien pada saya dan
mengatakan diperintahkan perawat UGD mengantarkannya keruangan kami…yang setahu
saya tidak ada pemberitahuan sebelumnya..tidak ada telpon..jelas sekali saya
terkejut…soalnya ruangan sudah full..mau diditempatkan dimana..(ga mungkin kan
diteras?)
Masih dengan tanda Tanya,titik
dan koma saya pun memeriksa berkas gadis
itu…di bagian terdepan ada surat dari kepolisian meminta untuk dilakukan visum
et repertum..atas kasus pencabulan…hanya bisa beristigfar..dan merasa kasihan
dengan gadis itu.. lalu saya menghubungi UGD untuk konfirmasi kemudian
menghubungi dokter. Saya persilahkan gadis itu duduk di area pos kami(bukan pos
satpam),Karena tidak ada ruangan lagi,sembari menunggu dokter yang akan
melakukan visum,saya mencoba bertanya dengan hati-hati khawatir gadis ini
trauma,takut,atau malu..menyangkut psikologisnya bisa jadi dia kan menarik
diri..sementara diluar sudah menunggu seorang polisi dan polwan(sibuk pacaran…ga
ding.. ^^).Pertanyaan yang saya lontarkan sederhana “kapan kejadiannya dan
siapa yang melakukannya”..Dan sangat terkejut sekali ketika gadis itu
menyatakan bahwa yang melakukan itu pacarnya…dan mereka suka sama suka..mereka
melakukannya dihotel,terakhir tadi subuh katanya…. Hfuhh..menarik
nafas(tentunya dikeluarkan lagi) dan hanya bisa beristigfar dalam hati…
Mendengar hal itu senior saya
langsung melontarkan pertanyaan bertubi-tubi…kenapa bisa dilaporkan ke kepolisian,apa
kena pengrebekan?ternyata tidak…anehnya lagi yang melaporkan adalah paman laki2
itu..ditanya alasannya..si gadis hanya menjawab tidak tahu…pertanyaan makin
meluas yang hanya boleh didengarkan untuk 17+(sengaja detail pertanyaan tidak
saya paparkan…demi….demi…demikianlah)…lagi-lagi saya hanya bisa beristigfar..karena
gadis itu begitu percaya diri dan santai menjawab pertanyaan demi
pertanyaan…tidak ada nada penyesalan..apalagi takut..tadinya berempati akhirnya
rasa itu pudar..hanya bisa mengingatkannya..memberi nasehat yang entah nasehat
itu didengar ato tidak..yang jelas gadis itu sempat tertunduk..
Melihat dia jadi teringat adik
sendiri…yang jauh dari pengawasan saya..jangan sampai itu terjadi dikeluarga
manapun…Usia remaja memang usia rentan..karena masih muda ,pikiran yang tidak
panjang..tidak paham akan resiko..siapa sebenarnya yang harus disalahkan?orang
tua?tidak adil rasanya..lingkungan?memang lingkungan sangat mempengaruhi..tapi
lebih dari itu tetaplah kembali ke diri sendiri..seberapa kuat mampu bertahan
dari pengaruh luar..
Akhirnya tak lama kemudian dokter
tiba…gadis itu masuk keruang tindakan..peralatan sudah dipersiapkan..hanya
beberapa menit dilakukan pemeriksaan (tidak di deskriptifkan…khawatir akan ada
yang beg…beg..begitulah..maksudnya????saya yang tabu)disela melakukan tindakan,
dokter sempat bertanya..”ini pacar yang keberapa?” gadis itu menjawab”yang ke
17”…busset dah(kalah gua…jiaa..nggak dehhhhhh)dokter hanya bisa geleng-geleng
kepala(mau ajojing dulu)..saya?lagi lagi hanya bisa menghela nafas..disudut
yang lain senior hanya tersenyum menatap saya (mencurigakan)..benar-benar
memecahkan rekor melebihi usianya….(kasih jempol…tapi dibalik)…
Bila terjadi seperti ini ada
banyak hal yang harus dibenahi dalam sebuah keluarga..pendidikan..terutama
pemahaman tentang diri dan agama..betapa pentingnya hal itu..sungguh..
Pun bagi kita hendaknya
senantiasa saling mengingatkan.
”wa tawaa shaubilhaqq wa tawaa
shoubishobir”..
kiranya kitapun tidak ingin
terkena azabNya imbas karena kesalahan orang lain..Nauzubillah summa
Nauzubillah…
Dinas malam kedua….menanti pasien
baru
Tarakan 25 Januari 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar