ahlan wa sahlan

Hanya ungkapan rasa yang tak bisa disampaikan lewat suara..hanya kata dan bahasa

Senin, 25 Januari 2010

Bunga sudah"jatuh" sebelum mekar


             Tidak habis pikir.. gadis 16 tahun itu begitu percaya diri menjawab pertanyaan kami..tidak ada rasa malu..segan..bahkan takut,apalagi penyesalan…entah apa yang ada dipikirannya …Masya Allah..hanya mampu mengehela nafas (yang bagaimana ya?yang jelas saat itu saya masih bernafas).Ya…semalam..pengalaman  pertama  saya menangani klien(bukan pasien,soalnya ga sakit),yang distatus kepolisian berdasarkan berita acaranya merupakan korban pencabulan..awalnya sempat terkejut ketika ada gadis masuk keruangan didampingi mahasiswa perawat…adik perawat langsung menyerahkan berkas klien pada saya dan mengatakan diperintahkan perawat UGD mengantarkannya keruangan kami…yang setahu saya tidak ada pemberitahuan sebelumnya..tidak ada telpon..jelas sekali saya terkejut…soalnya ruangan sudah full..mau diditempatkan dimana..(ga mungkin kan diteras?)

Masih dengan tanda Tanya,titik dan koma saya pun memeriksa berkas  gadis itu…di bagian terdepan ada surat dari kepolisian meminta untuk dilakukan visum et repertum..atas kasus pencabulan…hanya bisa beristigfar..dan merasa kasihan dengan gadis itu.. lalu saya menghubungi UGD untuk konfirmasi kemudian menghubungi dokter. Saya persilahkan gadis itu duduk di area pos kami(bukan pos satpam),Karena tidak ada ruangan lagi,sembari menunggu dokter yang akan melakukan visum,saya mencoba bertanya dengan hati-hati khawatir gadis ini trauma,takut,atau malu..menyangkut psikologisnya bisa jadi dia kan menarik diri..sementara diluar sudah menunggu seorang polisi dan polwan(sibuk pacaran…ga ding.. ^^).Pertanyaan yang saya lontarkan sederhana “kapan kejadiannya dan siapa yang melakukannya”..Dan sangat terkejut sekali ketika gadis itu menyatakan bahwa yang melakukan itu pacarnya…dan mereka suka sama suka..mereka melakukannya dihotel,terakhir tadi subuh katanya…. Hfuhh..menarik nafas(tentunya dikeluarkan lagi) dan hanya bisa beristigfar dalam hati…
Mendengar hal itu senior saya langsung melontarkan pertanyaan bertubi-tubi…kenapa bisa dilaporkan ke kepolisian,apa kena pengrebekan?ternyata tidak…anehnya lagi yang melaporkan adalah paman laki2 itu..ditanya alasannya..si gadis hanya menjawab tidak tahu…pertanyaan makin meluas yang hanya boleh didengarkan untuk 17+(sengaja detail pertanyaan tidak saya paparkan…demi….demi…demikianlah)…lagi-lagi saya hanya bisa beristigfar..karena gadis itu begitu percaya diri dan santai menjawab pertanyaan demi pertanyaan…tidak ada nada penyesalan..apalagi takut..tadinya berempati akhirnya rasa itu pudar..hanya bisa mengingatkannya..memberi nasehat yang entah nasehat itu didengar ato tidak..yang jelas gadis itu sempat tertunduk..
Melihat dia jadi teringat adik sendiri…yang jauh dari pengawasan saya..jangan sampai itu terjadi dikeluarga manapun…Usia remaja memang usia rentan..karena masih muda ,pikiran yang tidak panjang..tidak paham akan resiko..siapa sebenarnya yang harus disalahkan?orang tua?tidak adil rasanya..lingkungan?memang lingkungan sangat mempengaruhi..tapi lebih dari itu tetaplah kembali ke diri sendiri..seberapa kuat mampu bertahan dari pengaruh luar..
Akhirnya tak lama kemudian dokter tiba…gadis itu masuk keruang tindakan..peralatan sudah dipersiapkan..hanya beberapa menit dilakukan pemeriksaan (tidak di deskriptifkan…khawatir akan ada yang beg…beg..begitulah..maksudnya????saya yang tabu)disela melakukan tindakan, dokter sempat bertanya..”ini pacar yang keberapa?” gadis itu menjawab”yang ke 17”…busset dah(kalah gua…jiaa..nggak dehhhhhh)dokter hanya bisa geleng-geleng kepala(mau ajojing dulu)..saya?lagi lagi hanya bisa menghela nafas..disudut yang lain senior hanya tersenyum menatap saya (mencurigakan)..benar-benar memecahkan rekor melebihi usianya….(kasih jempol…tapi dibalik)…
Bila terjadi seperti ini ada banyak hal yang harus dibenahi dalam sebuah keluarga..pendidikan..terutama pemahaman tentang diri dan agama..betapa pentingnya hal itu..sungguh..
Pun bagi kita hendaknya senantiasa saling mengingatkan.
”wa tawaa shaubilhaqq wa tawaa shoubishobir”..
kiranya kitapun tidak ingin terkena azabNya imbas karena kesalahan orang lain..Nauzubillah summa Nauzubillah…


Dinas malam kedua….menanti pasien baru
Tarakan 25 Januari 2010

Tidak ada komentar: